Perkuat Kolaborasi Regional, BRMP Lingkungan Hadiri Wrap-up Meeting Green Asia Project di Thailand
Bangkok, 10-11 Februari 2026 - Sebagai tindak lanjut kerja sama dengan Japan International Research Center for Agricultural Sciences (JIRCAS), Balai Perakitan dan Pengujian Lingkungan Pertanian (BRMP Lingkungan Pertanian), diwakili oleh Ali Pramono, S.P., M.Biotech, hadir dalam “Wrap-up Meeting for Green Asia Project”. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi riset regional dalam mendukung transformasi sistem pertanian berkelanjutan di kawasan Asia.
Pertemuan tersebut merupakan implementasi dari Strategi Sistem Pangan Berkelanjutan Jepang yang dikenal dengan “MIDORI” (Measures for Achieving Decarbonization and Resilience with Innovation). Strategi ini diluncurkan pada tahun 2021 dengan tujuan mendorong dekarbonisasi sektor pertanian, meningkatkan ketahanan sistem pangan, serta mengoptimalkan produktivitas melalui inovasi teknologi. Dalam kerangka tersebut, JIRCAS ditugaskan melaksanakan proyek “Mempercepat Penerapan Teknologi Pertanian untuk Meningkatkan Potensi Produktivitas dan Menjamin Keberlanjutan di Asia” yang dikenal sebagai Green Asia Project.
Pertemuan di Bangkok diikuti oleh 13 peserta yang berasal dari Jepang, Thailand, Vietnam, dan Indonesia. Pada hari pertama, agenda membahas Proyek Green Asia; katalog teknologi hasil penelitian JIRCAS, rangkuman hasil penelitian AWD di 7 lokasi penelitian Moonson Asia Climate Solution (MACS); analisis LCA terkait AWD di Vietnam; hasil penelitian social di Bangladesh; serta pengenalan masing-masing institusi yang terlibat (BRMP Lingkungan Pertanian, Can Tho University Vietnam, Hue University of Agriculture and Forestry Vietnam, Green Carbon Inc - Nghe An Vietnam, JGSEE KMUTT Thailanf); serta rencana kegiatan kedepan dan penyusunan paper.
Pada hari kedua, peserta melakukan kunjungan lapangan ke demplot penerapan teknologi penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) pada lahan sawah di wilayah Pathum Thani. Peserta juga mengunjungi Pathum Thani Rice Research Centre untuk melihat secara langsung inovasi pengelolaan sawah rendah emisi, serta fasilitas pengolahan limbah tanaman seperti sekam dan jerami menjadi produk bernilai tambah. Inovasi tersebut dikembangkan untuk mendukung implementasi perdagangan karbon di sektor pertanian Thailand.